EKONOMI KOPERASI
TUGAS 2 : PENGERTIAN DAN PRINSIP-PRINSIP
EKONOMI
Nama : Muhammad Fadhilah Abdussalam
NPM : 14215552
Kelas : 3EA19
Pelajaran : Ekonomi Koperasi
Dosen : Pak Sudaryono
1.
PENGERTIAN
KOPERASI
Koperasi
adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hUkum koperasi
dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai
gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Inti dari koperasi
adalah kerja sama, yaitu kerja sama diantara anggota dan para pengurus dalam
rangka mewujudkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta membangun tatanan
perekonomian nasional. Sebagai gerakan ekonomi rakyat, koperasi bukan hanya
milik orang kaya melainkan juga milik oleh seluruh rakyat Indonesia tanpa
terkecuali.
Berdasarkan pengertian tersebut, yang dapat
menjadi anggota koperasi yaitu :
a.
Perorangan, yaitu orang yang sukarela menjadi anggota
koperasi.
b.
Badan hokum koperasi, yaitu suatu koperasi yang menjadi
anggota koperasi yang memiliki lingkup lebih luas.
Definisi ILO (International Labour Organization)
Dalam
definisi ILO, terdapat 6 elemen yang dikandung koperasi sebagai berikut :
·
Koperasi adalah perkumpulan
orang-orang (Association of persons).
- Penggabungan
orang -orang tersebut berdasar kesukarelaan (Voluntarily joined
together).
- Terdapat
tujuan ekonomi yang ingin dicapai (to achieve a common economic
end).
- Koperasi
yang dibentuk adalah satu organisasi bisnis (badan usaha) yang diawasi dan
dikendalikan secara demokratis (formation of a democratically
controlled business organization).
- Terdapat
kontribusi yang adil terhadap modal yang dibutuhkan (making
equitable contribution to the capital required).
- Anggota
koperasi menerima resiko dan manfaat secara seimbang (Accepting a
fair share of the risk and benefits of the undertaking).
Definisi
Chaniago
Drs. Arifinal Chaniago (1984) dalam
bukunya Perkoperasian Indonesia memberikan definisi, “Koperasi adalah suatu
perkumpulan yang beranggotakan orang – orang atau badan hukum yang memberikan
kebebasan masuk dan keluar sebagai anggota dengan bekerja sama secara
kekeluargaan menjalankan usaha untuk mempertinggi kesejahteraan jasmaniah para
anggotanya”.
Definisi
Dooren
Sudah
memperluas pengertian koperasi, dimana koperasi tidaklah hanya kumpulan
orang-orang, akan tetapi juga merupakan kumpulan dari badan – badan hukum.
Definisi
Hatta
Koperasi adalah usaha bersama untuk
memperbaiki nasib penghidupan ekonomi berdasarkan tolong-menolong, semangat
tolong menolong tersebut didorong oleh keinginan memberi jasa kepada kawan
berdasarkan ‘seorang buat semua dan semua buat orang’. Menurut Hatta, untuk
disebut koperasi, sesuatu organisasi itu setidak- tidaknya harus melaksanakan 4
asas. Asas – asas tersebut adalah :
1.
Tidak Boleh dijual dan
dikedaikan barang-barang palsu
2.
harga barang harus sama
dengan harga pasar setempat
3.
Ukuran harus benar dan
dijamin
4.
ual beli dengan Tunai.
Kredit dilarang karena menggerakan hati orang untuk membeli diluar kemampuannya.
Definisi
Munkner
Koperasi sebagai organisasi
tolong-menolong yang menjalankan “urusniaga” secara kumpulan, yang berazaskan
konsep tolong-menolong. Aktivitas dalam urus niaga semata-mata bertujuan
ekonomi, bukan sosial seperti yang dikandung gotong-royong.
Definisi
UU No. 25/1992
Undang-undang
No. 25 tahun 1992, memberikan definisi “Koperasi adalah badan usaha yang
beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi yang melandaskan
kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi
rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan”.
Berdasarkan
batasan koperasi, koperasi Indonesia mengandung 5 unsur sebagai berikut :
- Koperasi
adalah badan usaha (Business Enterprise).
- Koperasi
adalah kumpulan orang-orang dan atau badan-badan hukum koperasi.
- Koperasi
Indonesia adalah koperasi yang bekerja berdasarkan “prinsip-prinsip
koperasi”.
- Koperasi
Indonesia adalah “Gerakan Ekonomi Rakyat”.
- Koperasi
Indonesia “berazaskan kekeluargaan”.
2. TUJUAN KOPERASI
Berdasarkan
UU No. 25 tahun 1992 tentang Perkoperasian pasal 3, tujuan koperasi adalah
memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya,
serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional, dalam rangka mewujudkan
masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.
3. PRINSIP-PRINSIP KOPERASI
Prinsip Munkner
Hans H. Munkner menyajikan 12 prinsip,
yaitu:
·
Keanggotaan
bersikap sukarela
·
Keanggotaan
terbuka
·
Pengembangan
anggota
·
Identitas
sebagai pemilik dan pelanggan
·
Manajemen
dan pengawasan dilakukan secara demokratis
·
Koperasi
sebagai kumpulan orang-orang
·
Modal
yang berkaitan dengan aspek sosial tidak di bagi
·
Efisiensi
ekonomi dan perusahaan koperasi
·
Perkumpulan
dengan sukarela
·
Kebebasan
dalam menggambil keputusan dan penetapan tujuan
·
Pendistribusian
yang adil dan merata akan hasil-hasil ekonomi
·
Pendidikan
anggota
Prinsip Rochdale
Prinsip ini dipelopori oleh 28
koperasi konsumsi di Rochdale, Inggris (1944) dan menjadi acuan bagi koperasi
diseluruh dunia. Adapun unsur-unsur koperasi Rochdale ini menurut bentuk
aslinya adalah sebagai berikut:
- Pengawasan
secara demokratis (democratic control).
- Keanggotaan
yang terbuka (open membership).
- Bunga
atas modal di batasi (a fixedor limited interest on capital).
- Pembagian
SHU sebanding dengan jasa masing-masing anggota (the distribution of
surplus in devidend to the members in proportion to their purchases).
- Penjualan
sepenuhnya dengan tunai (trading strictly on a cash basis).
- Barang
yang di jual harus asli dan tidak di palsukan (selling only pure and
anadulterated goods).
- Menyelenggarakan
pendidikan kepada anggota dengan prinsip-prinsip koperasi (providing
the education of the members in cooperative principles).
- Netral
terhadap politik dan agama (political and religious neutrality).
Prinsip Raiffeisen
Freidrich William Reiffeisen (1818-1888) adalah walikota
Flammershelt di Jerman. Prinsip reiffeisen adalah sebagai berikut:
- Swadaya.
- Daerah
kerja terbatas.
- SHU
untuk cadangan.
- Tanggung
jawab anggota tidak terbatas.
- Pengurus
bekerja atas dasar kesukarelaan.
- Usaha
hanya kepada anggota.
- Keanggotaan
berdasarkan watak, bukan uang.
Prinsip Schulze
Di Delitzsch Jerman seorang ahi hukum bernama Herman Schulze
(1800-1883) tertarik untuk memperbaiki kehidupan para pengusaha kecil seperti
pengrajin, wirausahawan industri kecil, pedagang eceran dan usaha-usaha
lainnya. Inti dari prinsip Herman Schulze adalah sebagai berikut:
- Swadaya.
- Daerah
kerja tak terbatas.
- SHU
untuk cadangan dan dibagikan untuk karyawan.
- Tanggung
jawab anggota terbatas.
- Pengurus
bekerja dengan mendapat imbalan.
- Usaha
tidak terbatas tidak hanya kepada anggota.
Prinsip ICA(International Cooperative Alliance)
ICA didirikan pada tahun 1895 merupakan organisasi gerakan
koperasi tertinggi di dunia. Sidang ICA di Wina pada tahun 1966 merumuskan
prinsip-prinsip koperasi sebagai berikut:
- Keanggotaan
koperasi secara terbuka tanpa adanya pembatasan yang di buat-buat (open
and voluntarily membership).
- Pemimpin
yang demokratis atas dasar satu orang satu suara (democratic control –
one member one vote).
- Modal
menerima bunga yang terbatas, itupun bila ada (limited interest of
capital).
- SHU
di bagi 3: sebagai usaha cadangan, sebagian untuk masyarakat, sebagian
dibagikan kepada anggota sesuai dengan jasa masing-masing.
- Semua
koperasi harus melaksanakan pendidikan secara terus menerus (promotion
of education)
- Gerakan
koperasi harus melaksanakan kerja sama yang erat, baik di tingkat
regional, nasional maupun international (intercooperative network)
Prinsip-prinsip Koperasi Indonesia
Prinsip koperasi indonesia versi UU No. 12 tahun 1967:
- Sifat
keanggotaan sukarela dan terbatas dan terbuka untuk setiap warga negara
Indonesia.
- Rapat
anggota merupakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan demokrasi dalam
koperasi.
- Pembagian
SHU diatur menurut jasa masing-masing.
- Adanya
pembatasan modal dan bunga.
- Mengembangkan
kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya.
- Usaha
dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka.
- Swadaya,
swakarta, dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percara pada
diri sendiri.
Prinsip-prinsip
koperasi menurut UU No.25 Tahun 1992 dan yang berlaku pada saat ini di indonesia
adalah sebagai berikut:
- Keanggotaan
bersifat sukarela dan terbuka.
- Pengelolaan
dilakulan secara demokratis.
- Pembagian
SHU di lakukan secara adil sesuai dengan besarnya jasa usaha masing-masing
anggota.
- Pemberian
batas jasa yang terbatas terhadap modal.
- Kemandirian.
- Pendidikan
perkoperasian.
- Kerja
sama antar koperasi.
Referensi :
https://ginayuputri.wordpress.com/2015/10/02/pengertian-dan-prinsip-prinsip-koperasi/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar