KONSEP
MARXISME TENTANG ASAS EKONOMI
Nama :
Muhammad Fadhilah Abdussalam
NPM :
14215552
Kelas :
3EA19
Pelajaran :
Ekonomi Koperasi
Dosen :
Pak Sudaryono
Marxisme memiki pandangan bahwa faktor ekonomi merupakan
faktor yang paling penting dalam menentukan bentuk masyarakat. Bahwasannya
perubahan silih berganti yang menimpa berbagai sistem yang ada dapat
dikembalikan pada satu sebab, yakni perjuangan kelas di tengah-tengah
masyarakat untuk memperbaiki keadaannya yang bersifat material. Kami telah
menjelaskan dalam konsep sosialisme tentang masyarakat, dan kami sebutkan
disana bahwa seluruh aliran sosialisme sepakat menetapkan adanya permasalahan
ekonomi itu sebagai akibat dari adanya kepemilikan. Kami jelaskan pua bahwa
konsep ini sangat bertentangan dengan fitrah manusia. Dalam bahasan ini, secara
lebih jelas kami mencoba untuk menjelaskan kerusakan asas yang menjadi tempat
berpijak pandangan marisme tentang ekonomi atau problematika ekonomi.
Untuk memudahan pembahasan ini kami mencoba untuk
memberikan penerangan yang bias menjelaskan kerusakan konsep terpenting
marxisme dalam masalah ekonomi.
a)
Persamaan praktis (real) diantara
individu
Walaupun banyak perbedaan pendapat dalam aliran-aliran
sosialisme, mereka tetap menyepakati pentingnya
keberadaan persamaan diantara individu secara praktis, baik persamaan
itu berkaitan dengan keuntungan, cara-cara produksi ataupun persamaan secara
mutlak.
Kenyataan mengenai rusaknya ide persamaan dengan segala
corak dan bentuknya menunjukkan kemustahilan direalisirrnya ide tersebut.
Seandainya kita bisa menerima alasan bahwa bisa saja semua orang diberi (suatu
barang) dengan kuantitas dan jumlah yang sama, akan tetapi apakah mungkin
memaksa semua orang untuk mengkonsumsi sesuatu (barang tersebut) dengan
kuantitas yang sama pula? Dengan kata lain apakah mungkin memaksa seseorang
untuk memakan lima kerat roti sementara dia merasa kenyang setelah memakan dua
atau tiga kerat saja? Tentu saja tidak mungkin, dan ketidakmungkinan ini akan
mengembalikan tingkatan kepemilikan sebagaimana semula. Seandainya setiap hari
kita memberikan lima dinar pada setiap orang, maka sebagian mereka akan menggunakannya
dan memerlukan tambahan karena merasa kurang, sementara sebagian lagi akan
mempergunakan sebagian saja dari uangnya itu dan menyimpan sisanya. Hal ini
akan mengakibatkan tingkat perbedaan yang cukup besar dalam kepemilikan
manusia, begitulah seterusnya. Karena itu, sangat gamblang kemustahilan
merealisir konsep persamaan tersebut.
b)
Petentangan kalas dan perubahan
masyarkat
Berkaitan dengan pernyataan mereka bahwa pergantian dan
perubahan system di masyarakat hanya timbul akibat petentangan kelas dalam
rangka memperbaiki kondisi meterialnya, maka pernyataan seperti ini merupakan
pernyataan yang keliru, menyalahi realita, dan dibangun atas hipotesa-hipotesa
yang bersifat teoritis. Kekeliruannya telah terbukti berdasarkan sejarah dan
realita yang ada.
Dari segi sejarah bahwasannya Rusia sendiri belum
berpindah ke tahapan sosialisme yang sesuai dengan perjuangan kelas atau hasil
evolusi materi. Hal seperti itu disimpulkan –sementara ia tak berubah sepanjang
sejarah- jika dikaitkan dengan revolusi berdarah yang dilakukan kelompok yang
memanfaatkan kelemahan sistem yang ada, lalu kelompok tersebut mengambilalih
pemerintahan, dan mulai menerapkan ide-idenya dengan keras dan bertindak dengan
tangan besi.begitu pula yang terjadi di Republik Rakyat China, realita yang
sama juga ada di Jerman Timur, dan negara-negara Eropa Timur. Penerapan system
sosialisme di negara-negara tersebut –setelah dikuasai oleh Rusia- bukanlah
hasil dari perjuangan kelas. Mengenai Hongaria, Cekoslovakia, Yugoslavia dan
terakhir Afghanistan, maka tercapainya sosialisme bukan muncul sebagai hasil
dari perjuangan kelas. Sosialisme disana muncul karena peperangan yang
menggunakan roket, merian dan tank.
Referensi :
Athiyat, Ahmad. 1996. “ ‘Jalan
Baru Islam’ Studi tentang Transformasi dan Kebangkitan Umat. Bogor. Pustaka
Thariqul Izzah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar