Kamis, 05 Oktober 2017

TULISAN 2 EKONOMI KOPERASI : KONSEP MARXISME TENTANG ASAS EKONOMI

KONSEP MARXISME TENTANG ASAS EKONOMI

Nama               : Muhammad Fadhilah Abdussalam
NPM               : 14215552
Kelas               : 3EA19
Pelajaran          : Ekonomi Koperasi
Dosen              : Pak Sudaryono
           
            Marxisme memiki pandangan bahwa faktor ekonomi merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan bentuk masyarakat. Bahwasannya perubahan silih berganti yang menimpa berbagai sistem yang ada dapat dikembalikan pada satu sebab, yakni perjuangan kelas di tengah-tengah masyarakat untuk memperbaiki keadaannya yang bersifat material. Kami telah menjelaskan dalam konsep sosialisme tentang masyarakat, dan kami sebutkan disana bahwa seluruh aliran sosialisme sepakat menetapkan adanya permasalahan ekonomi itu sebagai akibat dari adanya kepemilikan. Kami jelaskan pua bahwa konsep ini sangat bertentangan dengan fitrah manusia. Dalam bahasan ini, secara lebih jelas kami mencoba untuk menjelaskan kerusakan asas yang menjadi tempat berpijak pandangan marisme tentang ekonomi atau problematika ekonomi.

            Untuk memudahan pembahasan ini kami mencoba untuk memberikan penerangan yang bias menjelaskan kerusakan konsep terpenting marxisme dalam masalah ekonomi.

a)      Persamaan praktis (real) diantara individu
            Walaupun banyak perbedaan pendapat dalam aliran-aliran sosialisme, mereka tetap menyepakati pentingnya  keberadaan persamaan diantara individu secara praktis, baik persamaan itu berkaitan dengan keuntungan, cara-cara produksi ataupun persamaan secara mutlak.

            Kenyataan mengenai rusaknya ide persamaan dengan segala corak dan bentuknya menunjukkan kemustahilan direalisirrnya ide tersebut. Seandainya kita bisa menerima alasan bahwa bisa saja semua orang diberi (suatu barang) dengan kuantitas dan jumlah yang sama, akan tetapi apakah mungkin memaksa semua orang untuk mengkonsumsi sesuatu (barang tersebut) dengan kuantitas yang sama pula? Dengan kata lain apakah mungkin memaksa seseorang untuk memakan lima kerat roti sementara dia merasa kenyang setelah memakan dua atau tiga kerat saja? Tentu saja tidak mungkin, dan ketidakmungkinan ini akan mengembalikan tingkatan kepemilikan sebagaimana semula. Seandainya setiap hari kita memberikan lima dinar pada setiap orang, maka sebagian mereka akan menggunakannya dan memerlukan tambahan karena merasa kurang, sementara sebagian lagi akan mempergunakan sebagian saja dari uangnya itu dan menyimpan sisanya. Hal ini akan mengakibatkan tingkat perbedaan yang cukup besar dalam kepemilikan manusia, begitulah seterusnya. Karena itu, sangat gamblang kemustahilan merealisir konsep persamaan tersebut.

b)      Petentangan kalas dan perubahan masyarkat
            Berkaitan dengan pernyataan mereka bahwa pergantian dan perubahan system di masyarakat hanya timbul akibat petentangan kelas dalam rangka memperbaiki kondisi meterialnya, maka pernyataan seperti ini merupakan pernyataan yang keliru, menyalahi realita, dan dibangun atas hipotesa-hipotesa yang bersifat teoritis. Kekeliruannya telah terbukti berdasarkan sejarah dan realita yang ada.

            Dari segi sejarah bahwasannya Rusia sendiri belum berpindah ke tahapan sosialisme yang sesuai dengan perjuangan kelas atau hasil evolusi materi. Hal seperti itu disimpulkan –sementara ia tak berubah sepanjang sejarah- jika dikaitkan dengan revolusi berdarah yang dilakukan kelompok yang memanfaatkan kelemahan sistem yang ada, lalu kelompok tersebut mengambilalih pemerintahan, dan mulai menerapkan ide-idenya dengan keras dan bertindak dengan tangan besi.begitu pula yang terjadi di Republik Rakyat China, realita yang sama juga ada di Jerman Timur, dan negara-negara Eropa Timur. Penerapan system sosialisme di negara-negara tersebut –setelah dikuasai oleh Rusia- bukanlah hasil dari perjuangan kelas. Mengenai Hongaria, Cekoslovakia, Yugoslavia dan terakhir Afghanistan, maka tercapainya sosialisme bukan muncul sebagai hasil dari perjuangan kelas. Sosialisme disana muncul karena peperangan yang menggunakan roket, merian dan tank.

Referensi :
Athiyat, Ahmad. 1996. “ ‘Jalan Baru Islam’ Studi tentang Transformasi dan Kebangkitan Umat. Bogor. Pustaka Thariqul Izzah.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar