TULISAN 3
: PENJELASAN DAN CONTOH PROSA DAN PUISI
Nama : Muhammad Fadhilah Abdussalam
NPM : 14215552
Kelas : 1EA07
Pelajaran : Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Sukestiningsih
A. Pengertian
dan Contoh Prosa Lama dan Prosa Baru
1.
Pengertian Prosa Lama
Prosa
lama merupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau
kebudayaan barat.
Prosa lama mempunyai bentuk-bentuk
sebagai berikut:
a.
Hikayat, bentuk
sastra lama yang berisi cerita kehidupan para dewa, peri, pangeran atau putri
kerajaan, serta raja-raja yang mempunyai kehidupan luar biasa dan gaib.
b.
Sejarah atau tiambo,
salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa
sejarah yang pernah terjadi.
c.
Dongeng. bentuk
sastra lama yang bercerita tentang sesuatu kejadian yang luar biasa dan penuh
khavalan, tentang dewa-dewa, peri-peri, putri-putri cantik, dan sebagainya.
Fungsi dongeng haruslah sebagai penghibur. Oleh karena itu, dongeng disebut
juga cerita pelipur lara.
2.
Ciri-Ciri Prosa Lama
a.
Statis : Kalau kita
baca Sejarah Melayu, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Si Miskin, Hikayat Bangsawan,
dan prosa lama yang lain, bentuknya selalu sama, pola-pola kalimatnya sama,
malahan banyak kalimat dan ungkapan sama betul, tema ceritanya pun sama.
b.
Diferensiasi sedikit
: Cerita lama pada umumnya merupakan ikatan unsur-unsur yang sama karena
perhubungan beberapa unsur kuat sekali.
c.
Tradisional : Prosa
lama memiliki pola-pola bentuk yang dijadikan transisi. Kalimat-kalimat dan
ungkapan-ungkapan yang sama terdapat dalam cerita-cerita yang berlainan, bahkan
di dalam satu cerita juga sering diulang-ulang.
d.
Terbentuk oleh
masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat
Kebanyakan hasil sastra dalam kesusastraan lama tidak diketahui siapa pengarangnya. Kalau dicantumkan suatu nama, itu hanya nama penyadur dan bukan nama pengarang yang sebenarnya. Sebab cerita lama itu hidup di tengah-tengah masyarakat yang diceritakan secara turun-temurun.
Kebanyakan hasil sastra dalam kesusastraan lama tidak diketahui siapa pengarangnya. Kalau dicantumkan suatu nama, itu hanya nama penyadur dan bukan nama pengarang yang sebenarnya. Sebab cerita lama itu hidup di tengah-tengah masyarakat yang diceritakan secara turun-temurun.
3.
Contoh Puisi Lama
Gurindam,
Pantun, Syair, dan Talibun merupakan bagian dari puisi lama. Pengarang karya
sastra lama termasuk puisi lama biasanya anonim atau tidak diketahui. Berikut
ini adalah contoh puisi lama:
Ø Gurindam
Gurindam adalah jenis puisi lama yang terdiri atas 2 baris, semuanya merupakan isi dan menunjukkan hubungan sebab akibat. contoh:
Gurindam adalah jenis puisi lama yang terdiri atas 2 baris, semuanya merupakan isi dan menunjukkan hubungan sebab akibat. contoh:
Cahari olehmu akan sahabat
yang dapat dijadikan obat
Cahari olehmu akan guru
yang mampu memberi ilmu
Cahari olehmu akan kawan
yang berbudi serta setiawan
Cahari olehmu akan abdi
yang terampil serta berbudi
Ø Pantun
Merupakan jenis puisi lama yang terdiri atas 4 baris, memiliki rima (persamaan bunyi) dengan baris pertama dan edua merupakan sampiran dan baris ketiga dan ke empat merupakan isi. Contoh:
Merupakan jenis puisi lama yang terdiri atas 4 baris, memiliki rima (persamaan bunyi) dengan baris pertama dan edua merupakan sampiran dan baris ketiga dan ke empat merupakan isi. Contoh:
Tanam melati di rama-rama
Ubur-ubur sampingan dua
Biarlah mati kita bersama
Satu kubur kita berdua
(Roro Mendut, 1968)
Ø Syair
Syair merupakan puisi lama yang terdiri atas 4 baris per bait. Semua baris merupakan isi. Contoh :
Syair merupakan puisi lama yang terdiri atas 4 baris per bait. Semua baris merupakan isi. Contoh :
Bulan purnama cahaya terang
Bintang seperti intan
Pungguk merawan seorang-orang
Berahikan bulan di tanah seberang
Bintang seperti intan
Pungguk merawan seorang-orang
Berahikan bulan di tanah seberang
Pungguk bercinta pagi dan petang
Melihat bulan di pagar bintang
Terselap merindu dendamnya datang
Dari saujana pungguk menentang
Melihat bulan di pagar bintang
Terselap merindu dendamnya datang
Dari saujana pungguk menentang
Ø Talibun
Talibun merupakan puisi lama yang hampir mirip dengan pantun, bedanya hanya pada julah baris. Jumlah baris pada talibun lebih dari 4 baris. Contoh:
Talibun merupakan puisi lama yang hampir mirip dengan pantun, bedanya hanya pada julah baris. Jumlah baris pada talibun lebih dari 4 baris. Contoh:
Panakik pisau siraut
Ambil galah batang lintabung
Silodang ambil untuk niru
Yang setitik jadikan laut
Yang sekapal jadikan gunung
Alam terkembang jadikan guru
(Panghulu, 1978:2)
4.
Contoh Prosa Lama
(hikayat)
5.
Pengertian Prosa Baru
Prosa baru
merupakan pancaran dari masyarakat baru. Karya-karya prosa yang dihasilkan oleh
masyarakat baru Indonesia mulai fleksibel dan bersifat universal; ditulis dan
dilukiskan secara lincah serta bisa dinikmati oleh lingkup masyarakat yang
lebih luas. Bentuk-bentuk prosa baru, antara lain sebagai berikut:
a.
Roman berisi cerita
tentang kehidupan manusia yang dilukiskan seeara terperinci atau detail.
Berdasarkan isinya, roman dapat dibagi menjadi roman sejarah, roman sosial, roman
jiwa, roman tendens.
b.
Cerpen singkatan dari
Cerita pendek; adalah karangan pendek yang berbentuk naratif. Cerpen
mengisahkan sepenggal kehidupan manusia yang penuh pertikaian, mengharukan atau
menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.
c.
ovel, karangan
imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas probematika kehidupan manusia atau
beberapa orang tokoh.
d.
Otobiografi, berisi
kisah cerita tentang pribadi si pengarang sendiri, mengenai pengalaman hidupnya
sejak kecil hingga dia dewasa
e.
Biografi, berisi
suatu kisah atau cerita tentang pengalaman hidup seseorang dari kecil hingga
dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia yang ditulis oleh orang lain.
f.
Essay, karangan yang
berupa kupasan tentang suatu hasil karya sastra, kesenian, atau bidang
kebudayaan yang dilakukan oleh seorang ahli di bidangnya.
g.
Kritik: kupasan
tentang satu karya sastra, kesenian, serta bidang kebudayaan yang ditulis oleh
seorang ahli dengan menekankan pada fakta yang objektif.
6.
Contoh Prosa Baru
(cerpen)
B. Pengertian dan Contoh Puisi
Puisi adalah bentuk karangan yang terikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
Puisi adalah bentuk karangan yang terikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.
1. Puisi Lama
Puisi
lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara
lain :
a.
Jumlah kata
b.
dalam 1 baris
c.
Jumlah baris dalam 1
bait
d.
Persajakan (rima)
e.
Banyak suku kata tiap
baris
f.
Rama
A.
Ciri-ciri Puisi Lama
a.
Merupakan puisi
rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b.
Disampaikan lewat
mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
c.
Sangat terikat oleh
aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.
B.
Jenis dan Contoh
Puisi Lama
a.
Mantra adalah
ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Contoh :
Assalammu’alaikum
putri satulung besar
Yang beralun berilir simayang
Mari kecil,
kemari
Aku menyanggul
rambutmu
Aku membawa
sadap gading
Akan
membasuh mukamu
b.
Pantun adalah puisi
yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris
terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran,
2 baris berikutnya
sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari
pantun anak, muda
mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka. Contoh :
Kalau ada
jarum patahJangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada
kataku yang salah
Jangan
dimasukan ke dalam hati
c.
Karmina adalah pantun
kilat seperti pantun tetapi pendek. Contoh :
Dahulu parang,
sekarang besi (a)
Dahulu
sayang sekarang benci (a)
d.
Seloka adalah pantun
berkait. Contoh :
Lurus jalan
ke Payakumbuh,
Kayu jati
bertimbal jalan
Di mana
hati tak kan rusuh,
Ibu mati
bapak berjalan
e.
Gurindam adalah puisi
yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat. Contoh :
Kurang
pikir kurang siasat (a)
Tentu
dirimu akan tersesat (a)
Barang siapa
tinggalkan sembahyang ( b )
Bagai rumah
tiada bertiang ( b )
Jika suami
tiada berhati lurus ( c )
Istri pun
kelak menjadi kurus ( c )
f.
Syair adalah puisi
yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a,
berisi nasihat atau cerita. Contoh :
Pada zaman
dahulu kala (a)
Tersebutlah
sebuah cerita (a)
Sebuah
negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin
sang raja nan bijaksana (a)
g.
Talibun adalah pantun
genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris. Contoh :
Kalau anak pergi ke pecan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu
C.
Ciri-ciri dari jenis
puisi lama
1.
Mantra
Ciri-ciri:
a.
Berirama akhir abc-abc,
abcd-abcd, abcde-abcde.Bersifat lisan, sakti atau magis
b.
Adanya perulangan
c.
Metafora merupakan
unsur penting
d.
Bersifat esoferik
(bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius
e.
Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya
dalam hal suku kata, baris danpersajakan.
2.
Pantun
Ciri – ciri
:
a.
Setiap bait terdiri 4
baris
b.
Baris 1 dan 2 sebagai
sampiran
c.
Baris 3 dan 4
merupakan isi
d.
Bersajak a – b – a –
b
e.
Setiap baris terdiri
dari 8 – 12 suku kata
f.
Berasal dari Melayu
(Indonesia)
3.
Karmina
Ciri-ciri
karmina
a.
Setiap bait merupakan
bagian dari keseluruhan.
b.
Bersajak aa-aa, aa-bb
c.
Bersifat epik:
mengisahkan seorang pahlawan.
d.
Tidak memiliki sampiran,
hanya memiliki isi.
e.
Semua baris diawali
huruf capital.
f.
Semua baris diakhiri
koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.
g.
Mengandung dua hal
yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.
4.
Seloka
Ciri-ciri
seloka
a.
Ditulis empat baris
memakai bentuk pantun atau syair,
b.
Namun ada seloka yang
ditulis lebih dari empat baris.
5.
Gurindam
Ciri-ciri
gurindam
a.
Baris pertama
berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian
b.
Baris kedua berisikan
jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.
6.
Syair
Ciri-ciri
syair
a.
Terdiri dari 4 baris
b.
Berirama aaaa
c.
Keempat baris
tersebut mengandung arti atau maksud penyair
7.
Talibun
Ciri-ciri:
a.
Jumlah barisnya lebih
dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya
b.
Jika satu bait berisi
enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
c.
Jika satu bait berisi
delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
d.
Apabila enam baris sajaknya
a – b – c – a – b – c.
e.
Bila terdiri dari
delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d
2. PUISI BARU
Puisi
baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris,
suku kata, maupun rima.
A.
Ciri-ciri Puisi Baru
1.
Bentuknya rapi,
simetris;
2.
Mempunyai persajakan
akhir (yang teratur);
3.
Banyak mempergunakan
pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
4.
Sebagian besar puisi
empat seuntai;
5.
Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan
sintaksis)
6.
Tiap gatranya terdiri
atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.
B.
Jenis-jenis dan
Contoh Puisi Baru
Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
Menurut isinya, puisi dibedakan atas :
1.
Balada adalah puisi
berisi kisah/cerita. Contoh : Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “
Balada Matinya Seorang Pemberontak”
2.
Himne adalah puisi
pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Contoh :
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
Bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
Menitikkan darah dari tangan dan kaki
Dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
Dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
Mengenal-Mu tersalib di datam hati.
Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
Menggeliat derita pada lekuk dan liku
Bawah sayatan khianat dan dusta.
Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
Menitikkan darah dari tangan dan kaki
Dari mahkota duri dan membulan paku
Yang dikarati oleh dosa manusia.
Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
Dunia kehilangan sumber kasih
Besarlah mereka yang dalam nestapa
Mengenal-Mu tersalib di datam hati.
(Saini S.K)
3.
Ode adalah puisi
sanjungan untuk orang yang berjasa. Contoh :
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)
Generasi Sekarang
Di atas puncak gunung fantasi
Berdiri aku, dan dari sana
Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
Generasi sekarang di panjang masa
Menciptakan kemegahan baru
Pantoen keindahan Indonesia
Yang jadi kenang-kenangan
Pada zaman dalam dunia
(Asmara Hadi)
4.
Epigram adalah puisi
yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Contoh :
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal)
Hari ini tak ada tempat berdiri
Sikap lamban berarti mati
Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
(Iqbal)
5.
Romance adalah puisi
yang berisi luapan perasaan cinta kasih.
6.
Elegi adalah puisi
yang berisi ratap tangis/kesedihan. Contoh :
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
Menyinggung muram, desir hari lari berenang
Menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
Menyisir semenanjung, masih pengap harap
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)
Senja di Pelabuhan Kecil
Ini kali tidak ada yang mencari cinta
Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
Tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
Menyinggung muram, desir hari lari berenang
Menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
Menyisir semenanjung, masih pengap harap
Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
(Chairil Anwar)
7.
Satire adalah puisi
yang berisi sindiran/kritik. Contoh :
Aku bertanya
Tetapi pertanyaan-pertanyaanku
Membentur jidad penyair-penyair salon,
Yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
Sementara ketidakadilan terjadi
Disampingnya,
Dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
Dermangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(Rendra)
Aku bertanya
Tetapi pertanyaan-pertanyaanku
Membentur jidad penyair-penyair salon,
Yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
Sementara ketidakadilan terjadi
Disampingnya,
Dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
Dermangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
(Rendra)
C.
Sedangkan macam-macam
puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:
1.
DISTIKON
Contoh :
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)
Berkali kita gagal
Ulangi lagi dan cari akal
Berkali-kali kita jatuh
Kembali berdiri jangan mengeluh
(Or. Mandank)
2.
TERZINA
Contoh :
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
Dari ; Madah Kelana
Karya : Sanusi Pane
Contoh :
Dalam ribaan bahagia datang
Tersenyum bagai kencana
Mengharum bagai cendana
Dalam bah’gia cinta tiba melayang
Bersinar bagai matahari
Mewarna bagaikan sari
Dari ; Madah Kelana
Karya : Sanusi Pane
3.
QUATRAIN
Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)
Contoh :
Mendatang-datang jua
Kenangan masa lampau
Menghilang muncul jua
Yang dulu sinau silau
Membayang rupa jua
Adi kanda lama lalu
Membuat hati jua
Layu lipu rindu-sendu
(A.M. Daeng Myala)
4.
QUINT
Contoh :
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)
Contoh :
Hanya Kepada Tuan
Satu-satu perasaan
Hanya dapat saya katakan
Kepada tuan
Yang pernah merasakan
Satu-satu kegelisahan
Yang saya serahkan
Hanya dapat saya kisahkan
Kepada tuan
Yang pernah diresah gelisahkan
Satu-satu kenyataan
Yang bisa dirasakan
Hanya dapat saya nyatakan
Kepada tuan
Yang enggan menerima kenyataan
(Or. Mandank)
5.
SEXTET
Contoh :
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)
Contoh :
Merindu Bagia
Jika hari’lah tengah malam
Angin berhenti dari bernafas
Sukma jiwaku rasa tenggelam
Dalam laut tidak terwatas
Menangis hati diiris sedih
(Ipih)
D.
Ciri-ciri dari Jenis
Puisi Baru
Ciri puisi dari Jenis isinya :
Ciri puisi dari Jenis isinya :
1.
Balada
Ciri-ciri balada
Ciri-ciri balada
Balada
jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik
dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi
a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren
dalam bait-bait berikutnya.
2.
Hymne
Ciri-ciri hymne
Lagu pujian
untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau alma
mater (Pemandu di Dunia Sastra).
Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernafaskan ke-Tuhan-an.
Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernafaskan ke-Tuhan-an.
3.
Ode
Ciri-ciri ode
Ciri ode
nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas
sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau
peristiwa umum
4.
Epigram
Epigramma (Greek); unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan
Epigramma (Greek); unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan
5.
Romance
Romantique (Perancis); keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesr
Romantique (Perancis); keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesr
6.
Elegi
Ciri-ciri elegi
Sajak atau
lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu,
terutama karena kematian/kepergian seseorang
7.
Satire
Satura (Latin) ; sindiran ; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim dll)
Satura (Latin) ; sindiran ; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim dll)
E.
Ciri puisi dari Jenis
bentuknya :
1.
Distikon
Ø baris; sajak 2 seuntai
Ø Distikon (Greek: 2 baris)
Ø Rima – aa–bb
2.
Terzina
Terzina (Itali: 3 irama)
Terzina (Itali: 3 irama)
3.
Quatrain
a.
Quatrain (Perancis: 4
baris)Pada asalnya ada 4 rangka
b.
Dipelopori di
Malaysia oleh Mahsuri S.N.
4.
Quint
Pada asalnya, rima Quint adalah /aaaaa/ tetapi kini 5 baris dalam serangkap diterima umum sebagai Quint (perubahan ini dikatakan berpunca dari kesukaran penyair untuk membina rima /aaaaa/
Pada asalnya, rima Quint adalah /aaaaa/ tetapi kini 5 baris dalam serangkap diterima umum sebagai Quint (perubahan ini dikatakan berpunca dari kesukaran penyair untuk membina rima /aaaaa/
5.
Sextet
a.
sextet (latin: 6
baris)
b.
Dikenali sebagai
‘terzina ganda dua
c.
Rima akhir bebas
Contoh Puisi
Sumber :
id.wikipedia.org/wiki/Prosa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar