Selasa, 12 Januari 2016

TULISAN 3 : PENJELASAN DAN CONTOH PROSA DAN PUISI


TULISAN 3 : PENJELASAN DAN CONTOH PROSA DAN PUISI
Nama              : Muhammad Fadhilah Abdussalam
NPM                : 14215552
Kelas                : 1EA07
Pelajaran         : Ilmu Budaya Dasar
Dosen              : Sukestiningsih

A.    Pengertian dan Contoh Prosa Lama dan Prosa Baru

1.      Pengertian Prosa Lama
            Prosa lama merupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat.

Prosa lama mempunyai bentuk-bentuk sebagai berikut:
a.      Hikayat, bentuk sastra lama yang berisi cerita kehidupan para dewa, peri, pangeran atau putri kerajaan, serta raja-raja yang mempunyai kehidupan luar biasa dan gaib.
b.      Sejarah atau tiambo, salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah yang pernah terjadi.
c.       Dongeng. bentuk sastra lama yang bercerita tentang sesuatu kejadian yang luar biasa dan penuh khavalan, tentang dewa-dewa, peri-peri, putri-putri cantik, dan sebagainya. Fungsi dongeng haruslah sebagai penghibur. Oleh karena itu, dongeng disebut juga cerita pelipur lara.


2.      Ciri-Ciri Prosa Lama
a.      Statis : Kalau kita baca Sejarah Melayu, Hikayat Hang Tuah, Hikayat Si Miskin, Hikayat Bangsawan, dan prosa lama yang lain, bentuknya selalu sama, pola-pola kalimatnya sama, malahan banyak kalimat dan ungkapan sama betul, tema ceritanya pun sama.
b.      Diferensiasi sedikit : Cerita lama pada umumnya merupakan ikatan unsur-unsur yang sama karena perhubungan beberapa unsur kuat sekali.
c.       Tradisional : Prosa lama memiliki pola-pola bentuk yang dijadikan transisi. Kalimat-kalimat dan ungkapan-ungkapan yang sama terdapat dalam cerita-cerita yang berlainan, bahkan di dalam satu cerita juga sering diulang-ulang.
d.      Terbentuk oleh masyarakat dan hidup di tengah-tengah masyarakat
Kebanyakan hasil sastra dalam kesusastraan lama tidak diketahui siapa pengarangnya. Kalau dicantumkan suatu nama, itu hanya nama penyadur dan bukan nama pengarang yang sebenarnya. Sebab cerita lama itu hidup di tengah-tengah masyarakat yang diceritakan secara turun-temurun.


3.       Contoh Puisi Lama
            Gurindam, Pantun, Syair, dan Talibun merupakan bagian dari puisi lama. Pengarang karya sastra lama termasuk puisi lama biasanya anonim atau tidak diketahui. Berikut ini adalah contoh puisi lama:
Ø  Gurindam
      Gurindam adalah jenis puisi lama yang terdiri atas 2 baris, semuanya merupakan isi dan menunjukkan hubungan sebab akibat. contoh:

Cahari olehmu akan sahabat
yang dapat dijadikan obat
Cahari olehmu akan guru
yang mampu memberi ilmu
Cahari olehmu akan kawan
yang berbudi serta setiawan
Cahari olehmu akan abdi
yang terampil serta berbudi

Ø  Pantun
      Merupakan jenis puisi lama yang terdiri atas 4 baris, memiliki rima (persamaan bunyi) dengan baris pertama dan edua merupakan sampiran dan baris ketiga dan ke empat merupakan isi. Contoh:

Tanam melati di rama-rama
Ubur-ubur sampingan dua
Biarlah mati kita bersama
Satu kubur kita berdua
(Roro Mendut, 1968)

Ø  Syair
      Syair merupakan puisi lama yang terdiri atas 4 baris per bait. Semua baris merupakan isi. Contoh :

Bulan purnama cahaya terang
Bintang seperti intan
Pungguk merawan seorang-orang
Berahikan bulan di tanah seberang

Pungguk bercinta pagi dan petang
Melihat bulan di pagar bintang
Terselap merindu dendamnya datang
Dari saujana pungguk menentang

Ø  Talibun
      Talibun merupakan puisi lama yang hampir mirip dengan pantun, bedanya hanya pada julah baris. Jumlah baris pada talibun lebih dari 4 baris. Contoh:

Panakik pisau siraut
Ambil galah batang lintabung
Silodang ambil untuk niru
Yang setitik jadikan laut
Yang sekapal jadikan gunung
Alam terkembang jadikan guru
(Panghulu, 1978:2)

4.      Contoh Prosa Lama (hikayat)


5.      Pengertian Prosa Baru
            Prosa baru merupakan pancaran dari masyarakat baru. Karya-karya prosa yang dihasilkan oleh masyarakat baru Indonesia mulai fleksibel dan bersifat universal; ditulis dan dilukiskan secara lincah serta bisa dinikmati oleh lingkup masyarakat yang lebih luas. Bentuk-bentuk prosa baru, antara lain sebagai berikut:

a.      Roman berisi cerita tentang kehidupan manusia yang dilukiskan seeara terperinci atau detail. Berdasarkan isinya, roman dapat dibagi menjadi roman sejarah, roman sosial, roman jiwa, roman tendens.
b.      Cerpen singkatan dari Cerita pendek; adalah karangan pendek yang berbentuk naratif. Cerpen mengisahkan sepenggal kehidupan manusia yang penuh pertikaian, mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan.
c.       ovel, karangan imajinatif yang mengisahkan sisi utuh atas probematika kehidupan manusia atau beberapa orang tokoh.
d.      Otobiografi, berisi kisah cerita tentang pribadi si pengarang sendiri, mengenai pengalaman hidupnya sejak kecil hingga dia dewasa
e.      Biografi, berisi suatu kisah atau cerita tentang pengalaman hidup seseorang dari kecil hingga dewasa atau bahkan sampai meninggal dunia yang ditulis oleh orang lain.
f.        Essay, karangan yang berupa kupasan tentang suatu hasil karya sastra, kesenian, atau bidang kebudayaan yang dilakukan oleh seorang ahli di bidangnya.
g.      Kritik: kupasan tentang satu karya sastra, kesenian, serta bidang kebudayaan yang ditulis oleh seorang ahli dengan menekankan pada fakta yang objektif.


6.      Contoh Prosa Baru (cerpen)

B. Pengertian dan Contoh Puisi
            Puisi adalah bentuk karangan yang terikat oleh rima, ritma, ataupun jumlah baris serta ditandai oleh bahasa yang padat. Menurut zamannya, puisi dibedakan atas puisi lama dan puisi baru.

1. Puisi Lama
            Puisi lama adalah puisi yang terikat oleh aturan-aturan. Aturan- aturan itu antara lain :
a.      Jumlah kata
b.      dalam 1 baris
c.       Jumlah baris dalam 1 bait
d.       Persajakan (rima)
e.      Banyak suku kata tiap baris
f.        Rama

A.      Ciri-ciri Puisi Lama
a.      Merupakan puisi rakyat yang tak dikenal nama pengarangnya
b.      Disampaikan lewat mulut ke mulut, jadi merupakan sastra lisan
c.       Sangat terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata maupun rima.


B.      Jenis dan Contoh Puisi Lama

a.      Mantra adalah ucapan-ucapan yang dianggap memiliki kekuatan gaib. Contoh :
            Assalammu’alaikum putri satulung besar
            Yang beralun berilir simayang
            Mari kecil, kemari
            Aku menyanggul rambutmu
            Aku membawa sadap gading
            Akan membasuh mukamu

b.      Pantun adalah puisi yang bercirikan bersajak a-b-a-b, tiap bait 4 baris, tiap baris
terdiri dari 8-12 suku kata, 2 baris awal sebagai sampiran, 2 baris berikutnya
sebagai isi. Pembagian pantun menurut isinya terdiri dari pantun anak, muda
mudi, agama/nasihat, teka-teki, jenaka. Contoh :
            Kalau ada jarum patahJangan dimasukkan ke dalam peti
            Kalau ada kataku yang salah
            Jangan dimasukan ke dalam hati

c.       Karmina adalah pantun kilat seperti pantun tetapi pendek. Contoh :
            Dahulu parang, sekarang besi (a)
            Dahulu sayang sekarang benci (a)

d.      Seloka adalah pantun berkait. Contoh :
            Lurus jalan ke Payakumbuh,
            Kayu jati bertimbal jalan
            Di mana hati tak kan rusuh,
            Ibu mati bapak berjalan

e.      Gurindam adalah puisi yang berdirikan tiap bait 2 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat. Contoh :
            Kurang pikir kurang siasat (a)
            Tentu dirimu akan tersesat (a)
            Barang siapa tinggalkan sembahyang ( b )
            Bagai rumah tiada bertiang ( b )
            Jika suami tiada berhati lurus ( c )
            Istri pun kelak menjadi kurus ( c )

f.        Syair adalah puisi yang bersumber dari Arab dengan ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita. Contoh :
            Pada zaman dahulu kala (a)
            Tersebutlah sebuah cerita (a)
            Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
            Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

g.      Talibun adalah pantun genap yang tiap bait terdiri dari 6, 8, ataupun 10 baris. Contoh :

Kalau anak pergi ke pecan
Yu beli belanak pun beli sampiran
Ikan panjang beli dahulu
Kalau anak pergi berjalan
Ibu cari sanak pun cari isi
Induk semang cari dahulu
           
C.      Ciri-ciri dari jenis puisi lama

1.      Mantra
            Ciri-ciri:
a.      Berirama akhir abc-abc, abcd-abcd, abcde-abcde.Bersifat lisan, sakti atau magis
b.      Adanya perulangan
c.       Metafora merupakan unsur penting
d.      Bersifat esoferik (bahasa khusus antara pembicara dan lawan bicara) dan misterius
e.       Lebih bebas dibanding puisi rakyat lainnya dalam hal suku kata, baris danpersajakan.

2.      Pantun
            Ciri – ciri :
a.      Setiap bait terdiri 4 baris
b.      Baris 1 dan 2 sebagai sampiran

c.       Baris 3 dan 4 merupakan isi
d.      Bersajak a – b – a – b
e.      Setiap baris terdiri dari 8 – 12 suku kata
f.        Berasal dari Melayu (Indonesia)

3.      Karmina
            Ciri-ciri karmina
a.      Setiap bait merupakan bagian dari keseluruhan.
b.       Bersajak aa-aa, aa-bb
c.       Bersifat epik: mengisahkan seorang pahlawan.
d.      Tidak memiliki sampiran, hanya memiliki isi.
e.      Semua baris diawali huruf capital.
f.        Semua baris diakhiri koma, kecuali baris ke-4 diakhiri tanda titik.
g.      Mengandung dua hal yang bertentangan yaitu rayuan dan perintah.

4.       Seloka
            Ciri-ciri seloka
a.      Ditulis empat baris memakai bentuk pantun atau syair,
b.      Namun ada seloka yang ditulis lebih dari empat baris.

5.      Gurindam
            Ciri-ciri gurindam
a.      Baris pertama berisikan semacam soal, masalah atau perjanjian
b.      Baris kedua berisikan jawabannya atau akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pertama tadi.

6.      Syair
            Ciri-ciri syair
a.      Terdiri dari 4 baris
b.      Berirama aaaa
c.       Keempat baris tersebut mengandung arti atau maksud penyair

7.      Talibun
            Ciri-ciri:
a.      Jumlah barisnya lebih dari empat baris, tetapi harus genap misalnya 6, 8, 10 dan seterusnya
b.      Jika satu bait berisi enam baris, susunannya tiga sampiran dan tiga isi.
c.       Jika satu bait berisi delapan baris, susunannya empat sampiran dan empat isi.
d.      Apabila enam baris sajaknya a – b – c – a – b – c.
e.      Bila terdiri dari delapan baris, sajaknya a – b – c – d – a – b – c – d



2. PUISI BARU
            Puisi baru bentuknya lebih bebas daripada puisi lama baik dalam segi jumlah baris, suku kata, maupun rima.
A.      Ciri-ciri Puisi Baru
1.      Bentuknya rapi, simetris;
2.      Mempunyai persajakan akhir (yang teratur);
3.      Banyak mempergunakan pola sajak pantun dan syair meskipun ada pola yang lain;
4.      Sebagian besar puisi empat seuntai;
5.       Tiap-tiap barisnya atas sebuah gatra (kesatuan sintaksis)
6.      Tiap gatranya terdiri atas dua kata (sebagian besar) : 4-5 suku kata.


B.      Jenis-jenis dan Contoh Puisi Baru
      Menurut isinya, puisi dibedakan atas :

1.      Balada adalah puisi berisi kisah/cerita. Contoh : Puisi karya Sapardi Djoko Damono yang berjudul “ Balada Matinya Seorang Pemberontak”

2.      Himne adalah puisi pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau pahlawan. Contoh :
            Bahkan batu-batu yang keras dan bisu
            Mengagungkan nama-Mu dengan cara sendiri
            Menggeliat derita pada lekuk dan liku
            Bawah sayatan khianat dan dusta.
            Dengan hikmat selalu kupandang patung-Mu
            Menitikkan darah dari tangan dan kaki
            Dari mahkota duri dan membulan paku
            Yang dikarati oleh dosa manusia.
            Tanpa luka-luka yang lebar terbuka
            Dunia kehilangan sumber kasih
            Besarlah mereka yang dalam nestapa
            Mengenal-Mu tersalib di datam hati.
            (Saini S.K)

3.      Ode adalah puisi sanjungan untuk orang yang berjasa. Contoh :
            Generasi Sekarang
            Di atas puncak gunung fantasi
            Berdiri aku, dan dari sana
            Mandang ke bawah, ke tempat berjuang
            Generasi sekarang di panjang masa
            Menciptakan kemegahan baru
            Pantoen keindahan Indonesia
            Yang jadi kenang-kenangan
            Pada zaman dalam dunia
            (Asmara Hadi)

4.      Epigram adalah puisi yang berisi tuntunan/ajaran hidup. Contoh :
            Hari ini tak ada tempat berdiri
            Sikap lamban berarti mati
            Siapa yang bergerak, merekalah yang di depan
            Yang menunggu sejenak sekalipun pasti tergilas.
            (Iqbal)

5.      Romance adalah puisi yang berisi luapan perasaan cinta kasih.

6.      Elegi adalah puisi yang berisi ratap tangis/kesedihan. Contoh :
            Senja di Pelabuhan Kecil
            Ini kali tidak ada yang mencari cinta
            Di antara gudang, rumah tua, pada cerita
            Tiang serta temali. Kapal, perahu tiada berlaut
            Menghembus diri dalam mempercaya mau berpaut
            Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang
            Menyinggung muram, desir hari lari berenang
            Menemu bujuk pangkal akanan. Tidak bergerak
            Dan kini tanah dan air tidur hilang ombak.
            Tiada lagi. Aku sendiri. Berjalan
            Menyisir semenanjung, masih pengap harap
            Sekali tiba di ujung dan sekalian selamat jalan
            Dari pantai keempat, sedu penghabisan bisa terdekap
            (Chairil Anwar)

7.      Satire adalah puisi yang berisi sindiran/kritik. Contoh :
            Aku bertanya
            Tetapi pertanyaan-pertanyaanku
            Membentur jidad penyair-penyair salon,
            Yang bersajak tentang anggur dan rembulan,
            Sementara ketidakadilan terjadi
            Disampingnya,
            Dan delapan juta kanak-kanak tanpa pendidikan,
            Dermangu-mangu dl kaki dewi kesenian.
            (Rendra)


C.      Sedangkan macam-macam puisi baru dilihat dari bentuknya antara lain:
1.       DISTIKON
            Contoh :
            Berkali kita gagal
            Ulangi lagi dan cari akal
            Berkali-kali kita jatuh
            Kembali berdiri jangan mengeluh
            (Or. Mandank)

2.      TERZINA
            Contoh :
            Dalam ribaan bahagia datang
            Tersenyum bagai kencana
            Mengharum bagai cendana
            Dalam bah’gia cinta tiba melayang
            Bersinar bagai matahari
            Mewarna bagaikan sari
            Dari ; Madah Kelana
            Karya : Sanusi Pane

3.      QUATRAIN
            Contoh :
            Mendatang-datang jua
            Kenangan masa lampau
            Menghilang muncul jua
            Yang dulu sinau silau
            Membayang rupa jua
            Adi kanda lama lalu
            Membuat hati jua
            Layu lipu rindu-sendu
            (A.M. Daeng Myala)

4.      QUINT
            Contoh :
            Hanya Kepada Tuan
            Satu-satu perasaan
            Hanya dapat saya katakan
            Kepada tuan
            Yang pernah merasakan
            Satu-satu kegelisahan
            Yang saya serahkan
            Hanya dapat saya kisahkan
            Kepada tuan
            Yang pernah diresah gelisahkan
            Satu-satu kenyataan
            Yang bisa dirasakan
            Hanya dapat saya nyatakan
            Kepada tuan
            Yang enggan menerima kenyataan
            (Or. Mandank)

5.      SEXTET
            Contoh :
            Merindu Bagia
            Jika hari’lah tengah malam
            Angin berhenti dari bernafas
            Sukma jiwaku rasa tenggelam
            Dalam laut tidak terwatas
            Menangis hati diiris sedih
            (Ipih)


D.     Ciri-ciri dari Jenis Puisi Baru
      Ciri puisi dari Jenis isinya :
1.      Balada
            Ciri-ciri balada
            Balada jenis ini terdiri dari 3 (tiga) bait, masing-masing dengan 8 (delapan) larik dengan skema rima a-b-a-b-b-c-c-b. Kemudian skema rima berubah menjadi a-b-a-b-b-c-b-c. Larik terakhir dalam bait pertama digunakan sebagai refren dalam bait-bait berikutnya.
2.      Hymne
Ciri-ciri hymne
            Lagu pujian untuk menghormati seorang dewa, Tuhan, seorang pahlawan, tanah air, atau alma mater (Pemandu di Dunia Sastra).
Sekarang ini, pengertian himne menjadi berkembang. Himne diartikan sebagai puisi yang dinyanyikan, berisi pujian terhadap sesuatu yang dihormati (guru, pahlawan, dewa, Tuhan) yang bernafaskan ke-Tuhan-an.

3.       Ode
Ciri-ciri ode
            Ciri ode nada dan gayanya sangat resmi (metrumnya ketat), bernada anggun, membahas sesuatu yang mulia, bersifat menyanjung baik terhadap pribadi tertentu atau peristiwa umum

4.      Epigram
            Epigramma (Greek); unsur pengajaran; didaktik; nasihat membawa ke arah kebenaran untuk dijadikan pedoman, ikhtibar; ada teladan

5.      Romance
            Romantique (Perancis); keindahan perasaan; persoalan kasih sayang, rindu dendam, serta kasih mesr
6.      Elegi
Ciri-ciri elegi
            Sajak atau lagu yang mengungkapkan rasa duka atau keluh kesah karena sedih atau rindu, terutama karena kematian/kepergian seseorang

7.      Satire
            Satura (Latin) ; sindiran ; kecaman tajam terhadap sesuatu fenomena; tidak puas hati satu golongan (ke atas pemimpin yang pura-pura, rasuah, zalim dll)


E.      Ciri puisi dari Jenis bentuknya :
1.      Distikon
Ø  baris; sajak 2 seuntai
Ø  Distikon (Greek: 2 baris)
Ø  Rima – aa–bb

2.      Terzina
Terzina (Itali: 3 irama)

3.      Quatrain
a.      Quatrain (Perancis: 4 baris)Pada asalnya ada 4 rangka
b.      Dipelopori di Malaysia oleh Mahsuri S.N.

4.      Quint
            Pada asalnya, rima Quint adalah /aaaaa/ tetapi kini 5 baris dalam serangkap diterima umum sebagai Quint (perubahan ini dikatakan berpunca dari kesukaran penyair untuk membina rima /aaaaa/

5.      Sextet
a.      sextet (latin: 6 baris)
b.      Dikenali sebagai ‘terzina ganda dua
c.       Rima akhir bebas
Contoh Puisi

Sumber : 
id.wikipedia.org/wiki/Prosa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar