
TULISAN 2 : PENJELASAN DAN CONTOH WUJUD KEBUDAYAAN DAERAH BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN
Nama :
Muhammad Fadhilah Abdussalam
NPM :
14215552
Kelas :
1EA07
Pelajaran : Ilmu
Budaya Dasar
Dosen :
Sukestiningsih
Kultur budaya yang berkembang di
Banjarmasin sangat banyak hubungannya dengan sungai, rawa dan danau, disamping
pegunungan. Tumbuhan dan binatang yang menghuni daerah ini sangat banyak
dimanfaatkan untuk memenuhi kehidupan mereka. Kebutuhan hidup mereka yang
mendiami wilayah ini dengan memanfaatkan alam lingkungan dengan hasil
benda-benda budaya yang disesuaikan. hampir segenap kehidupan mereka serba
relegius. Disamping itu, masyarakatnya juga agraris, pedagang dengan dukungan
teknologi yang sebagian besar masih tradisional.
Ikatan
kekerabatan mulai longgar dibanding dengan masa yang lalu, orientasi kehidupan
kekerabatan lebih mengarah kepada intelektual dan keagamaan. Emosi keagamaan
masih jelas nampak pada kehidupan seluruh suku bangsa yang berada di Kalimantan
Selatan.
Urang Banjar
mengembangkan sistem budaya, sistem sosial dan material budaya yang berkaitan
dengan relegi, melalui berbagai proses adaptasi, akulturasi dan assimilasi.
Sehingga nampak terjadinya pembauran dalam aspek-aspek budaya. Meskipun
demikian pandangan atau pengaruh Islam lebih dominan dalam kehidupan budaya
Banjar, hampir identik dengan Islam, terutama sekali dengan pandangan yang
berkaitan dengan ke Tuhanan (Tauhid), meskipun dalam kehidupan sehari-hari
masih ada unsur budaya asal, Hindu dan Budha.
Seni ukir
dan arsitektur tradisional Banjar nampak sekali pembauran budaya, demikian pula
alat rumah tangga, transport, tari, nyanyian, dan lain sebagainya.
Masyarakat Banjar telah mengenal berbagai jenis dan bentuk
kesenian, baik Seni Klasik, Seni Rakyat, maupun Seni Religius Kesenian yang
menjadi milik masyarakat Banjar seperti :
Teater Tradisi / Teater Rakyat
Antara lain
Mamanda, Wayang Gung, Abdul Mulk Loba, Kuda Gepang, Cerita Damarwulan,
Tantayungan,
Wayang Kulit, Teater Tutur. Seni Musik Antara lain Kuriding,
Karung-karung Panting, Kintunglit, Bumbung, Suling Bambu, Musik Tiup, Salung
Ulin, Kateng Kupak.
Sinoman Hadrah dan Rudat
Sinoman
Hadrah dan Rudat bersumber daripada budaya yang dibawa oleh pedagang dan pendawah Islam dari Arab dan Parsi dan
berkembang campur menjadi kebudayaan pada masyarakat pantai pesisir Kalimantan
Selatan hingga Timur.
Puja dan
puji untuk Tuhan serta Rasul Muhammad SAW mengisi syair dan pantun yang
dilagukan bersahutan dalam qasidah yang merdu, dilindungi oleh payung
(merupakan lambang keagungan dalam kehidupan tradisional di Indonesia) ubur-ubur,
dalam gerakan yang dinamis.
Seni Tari
a. Tari Tradisi : Balian, Gantar, Bakanjar, Babanga
b. Tari Klasik : Baksa Kambang, Topeng, Radap Rahay
c. Tari Rakyat : Japin Sisit, Tirik Lalan, Gambut, Kuda
Gepang, Rudat dll
imagetarian surup dari Tanbu (MB)
Seni Sastra
Antara lain
Kuriding, Karung-karung Panting, Kintunglit, Bumbung, Suling Bambu, Musik Tiup,
Salung Ulin, Kateng Kupak.
a. Syair : Hikayat, Sejarah, Keagamaan
b. Pantun : Biasa, Kilat, Bakai
Seni Rupa
Antara lain Ornamen, Topeng dan Patung.
Keterampilan
Maayam dinding palupuh, maulah atap, wantilan, maulah gula habang, maulah dodol kandangan, maulah apam barabai, maulah sasapu ijuk, manggangan, maulah wadai, maulah urung katupat, maaym janur banjar, dll(sumb: situs hers Site)
Maayam dinding palupuh, maulah atap, wantilan, maulah gula habang, maulah dodol kandangan, maulah apam barabai, maulah sasapu ijuk, manggangan, maulah wadai, maulah urung katupat, maaym janur banjar, dll(sumb: situs hers Site)
Suku Banjar
mengembangkan seni dan budaya yang cukup lengkap, walaupun pengembangannya
belum maksimal, meliputi berbagai bidang seni budaya.
Seni Tari Seni Tari suku Banjar terbagi
menjadi dua, yaitu seni tari yang dikembangkan di lingkungan istana (kraton),
dan seni tari yang dikembangkan oleh rakyat. Seni tari kraton ditandai dengan
nama Baksa yang berasal dari bahasa Jawa (beksan) yang menandakan
kehalusan gerak dalam tata tarinya. Tari-tari ini telah ada dari ratusan tahun
yang lalu, semenjak zaman hindu, namun gerakan dan busananya telah disesuaikan
dengan situasi dan kondisi dewasa ini. Contohnya, gerakan-gerakan tertentu yang
dianggap tidak sesuai dengan adab islam mengalami sedikit perubahan. Seni tari
daerah Banjar yang terkenal misalnya :
Tari Baksa Kembang, dalam penyambutan tamu
Tari Baksa Panah
Tari Baksa Dadap
Tari Baksa Lilin
Tari Baksa Tameng
Tari Radap Rahayu, dalam upacara perkimpoian
Tari Kuda Kepang
Tari Japin/Jepen
Tari Tirik
Tari Gandut
Tarian Banjar lainnya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar