TUGAS : BAB 3. MANUSIA DAN CINTA
KASIH
Nama : Muhammad Fadhilah Abdussalam
NPM : 14215552
Kelas : 1EA07
Pelajaran : Ilmu Budaya Dasar
Dosen : Sukestiningsih
1. Pengertian
Cinta Kasih , Kasih Sayang, Kemesraan, Pemujaan, dan Belas Kasihan
A. Pengertian Cinta Kasih
Menurut kamus umum
bahasa Indonesia karya W.J.S. Poerwadarminta, cinta adalah rasa sangat suka
(kepada) atau (rasa) saying (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat
tertarik hatinya. Sedangkan kata kasih artinya perasaan saying atau cinta
kepada atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian arti cinta dan kasih hampir
bersamaan, sehinga kata kasih memperkuat rasa cinta. Karena itu cinta kasih
dapat diartikan sebagai perasaan suka kepada seseorang yang disertai dengan
menaruh belas kasih.
Walaupun cinta kasih mengandung arti
hamper bersamaan, namun terdapat perbedaan juga antara keduanya. Cinta lebih
mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih keluarnya; dengan
kata lain bersumber dari cinta yang mendalam itulah kasih dapat diwujudkan
secara nyata.
Cinta memegang peranan yang penting dalam
kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan,
pembentukan keluarga dan pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat
dan hubungan manusiawi yang akrab. Demikian pula cinta adalah pengikat yang
kokoh antara manusia dengan Tuhannya sehingga manusia menyembah Tuhan dengan
ikhlas, mengikuti perintah-Nya, dan berpegang teguh pada syariat-Nya.
Dalam bukunya seni mencinta, Erich Fromm
menyebutkan, bahwa cinta itu terutama memberi, bukan menerima. Dan memberi
merupakan ungkapan yang paling tinggi dari kemampuan. Yang paling penting dalam
memberi ialah hal-hal yang sifatnya manusiawi, bukan materi. Cinta selalu
menyatakan unsur-unsur dasar tertentu, yaitu pengasuhan, tanggung jawab,
perhatian dan pengenalan. Pada pengasuhan contoh yang paling menonjol adalah
cinta seorang ibu pada anaknya; bagaimana seorang ibu dengan rasa cinta
kasihnya mengasuh anaknya dengan sepenuh hati. Sedang dengan tanggung jawab
dalam arti benar adalah sesuatu tindakan yang sama sekali suka rela yang dalam
kasus ibu dan anak bayinya menunjukkan penyelenggaraan atas hubungan fisik.
Unsur yang ketiga adalah perhatian diri sebagaimana adanya. Yag ke empat adalah
pengenalan yang merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia. Dengan ke
empat unsur tersebut, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian dan
pengenalan, suatu cinta dapat dibina secara lebih baik.
Pengertian tentang cinta dikemukakan juga
oleh Dr. Sarlito W.Sarwono. Dikatakannya bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu
keterikatan, keintiman, dan kemesraan. Yang dimaksud dengan keterikatan padalah
adanya perasaan untuk hanya bersama dia, segala prioritas untuk dia, tidak mau
pergi dengan orang lain kecuali dengan dia. Unsur yang kedua adalah keintiman,
yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa antara
anda dengan dia sudah tidak ada jarak lagi. Panggilan-panggilan formal seperti
bapak, ibu, saudara digantikan dengan sekedar memanggil nama atau sebutan
sayang dan sebagainya. Makan minum dari satu piring-cangkir tanpa rasa risi,
pinjam meminjam baju, saling memakai uang tanpa merasa berhutang, tidak saling
menyimpan rahasia dan lain-lainnya. Unsur yang ketiga adalah kemesraan, yaitu
adanya rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kangen kalu jauh atau lama tidak
bertemu, adanya ucapan-ucapan yang mengungkapkan rasa saying, dan seterusnya.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut yang menunjukkan segitiga cinta.
Selanjutnya Dr. Sarlito W. Sarwona
mengemukakan, bahwatidak semua unsur cinta itu sama kuatnya. Kadang-kadang ada
ketereikatannya sangat kuat, tetapi keintiman atau kemesraan kurang. Cinta
seperti itu mengandung kesetiataan yang amat kuat, kecemburaannya besar, tetapi
dirasakan oleh pasangannya sebagai dingin atau hambar, karena tidak ada
kehangatan yang ditimbulkan kemesraan atau keintiman. Misalnya cinta sahabat
karib atau saudara kandung yang penuh dengan keakraban, tetapi tidak ada
gejolak-gejolak mesra dan orang yang bersangkutan masih lebih setia kepada
hal-hal lain dari pada partnernya.
Cinta juga dapat diwarnai dengan kemesraan
yang sangat menggejolak, tetapi unsur keintiman dan keterikatannya yang kurang.
Cinta seperti itu dinamakan cinta yang pincang.
Selain pengertian yang dikemukakan oleh
sarlito, lain halnya pengertian cinta yang dikemukakan oleh Dr, Abdullah Nasih
Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak
hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya penuh gairah, lembut,
dan kasih saying. Cinta adalah fitrah manusia yang murni, yang tidak dapat
terpisahkan dengan kehidupannya. Ia selalu dibutuhkan. Jika seseorang ingin
menikmatinya dengan cara terhormat dan mulia, suci dan penuh taqwa, tentu ia
akan mepergunakan cinta itu untuk mencapai keinginannya yang suci dan
mulia pula.
Di dalam kitab suci Alquran, ditemukan
adanya fenomena cinta yang bersembunyi di dalam jiwa manusia. Cinta memiliki
tiga tingkatan-tingkatan : tinggi, menengah dan rendah. Tingkatan cinta
tersebut di atas adalah berdasarkan firman Allah SWT dalam surah at-Taubah ayat
24 yang artinya sebagai berikut :
“Katakanlah : jika bapak-bapak, anak-anak,
saudara-saudara, istri-istri keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan,
perniagaan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal
yang kamu sukai; adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan
berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendantangkan keputusanNya.
Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”
Cinta tingkat tertinggi adalah cinta
kepada Allah, Rasulullah dan berjihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah
adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri/suami dan kerabat harta dan
tempat tinggal.
Hakekat cinta menengah adalah suatu energy
yang datang dari perasaan hati dan jiwa. Ia timbul dari perasaan seseorang yang
dicintainya, aqidah, keluarga, kekerabatan, atau persahabatan. Karenanya
hubungan cinta, kasih sayang dan kesetiaan diantara mereka, semakin akrab.
Adapun pengaruh yang ditimbulkan oleh
cinta menengah ini Nampak jelas hasilnya. Jika bukan disebabkan perasaan kasih
sayang yang ditanamkan oleh Tuhan dalam hati, sepasang suami istri, tentu tidak
akan terbentuk suatu keluarga, tak akan ada keturunan, tak akan terwujud asuhan,
bimbingan dan pendidikan terhadap anak. Cinta tingkat terendah adalah cinta
yang paling keji, hina dan merusak rasa kemanusiaan. Karena itu adalah cinta
rendahan. Bentuknya beraneka ragam misalnya :
1.
Cinta kepada thagut.
Thagut adalah syetan, atau seseuatu yang disembah selain Tuhan. Dalam surat
Al-Baqarah, Allah berfirman : dan diantara manusia, ada orang-orang yang
menyembah tandingan-tandingan Allah; mereka mencintainya sebagaiman mereka
mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada
Allah,
- Cinta berdasarkan hawa nafsu
- Cinta yang lebih mengutamakan kecintaan pada orang tua, anak, istri, perniagaan dan tempat tinggal.
Hikmah
cinta adalah sangat besar. Hanya orang yang telah diberi kefahaman dan
kecerdasan oleh Allah sajalah yang mampu merenungkannya. Diantara hikmah-hikmah
tersebut adalah :
1.
Sesungguhnya cinta
itu adalah merupakan ujian yang paling berat dan pahit dalam kehidupan manusia.
Karena setiap cinta akan mengalami bernbagai macam rintangan. Apakah seseorang
akan menempuh cintanya dengan cara terhormat dan mulia? Ataukah ia akan
meraihnya dengan cara yang rendah dan hina? Apakah ia akan berjual mahal dengan
cintanya, atau biasa-biasa saja? Apakah ia benar-benar tertarik dengan
kekasihnya, ataukah sekedar main-main saja? Semuanya dapat diketahui setelah ia
mendapatkan rintangan dalam perjalanannya.
- Bahwa fenomena cinta yang telah melekat di dalam jiwa manusia merupakan pendorong dan pembangkit yang paling besar di dalam melestarikan kehidupan lingkungan. Kalau bukan karena cinta, tentu manusia tidak akan pernah terdorong gairah hidupnya untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan. Pendek kata kalau bukan karena fenomena cinta, tak akan pernah ada gerakan, kreasi dan apresiasi di dunia ini. Juga tak akan pernah ada pembangunan dan kemajuan.
- Bahwa fenomena cinta merupakan faktor utama di dalam kelanjutan hidup manusia, dalam kenal-mengenal antar mereka. Juga untuk saling memanfaatkan kemajuan bangsa. Ia merupakan modal utama di dalam mengenal berbagai macam ilmu pengetahuan yang tersimpan di dalam keindahan alam, kehidupan dan kemanusiaan.
- Fenomena cinta, jika diperhatikan merupakan pengikat yang paling kuat di dalam hubungan antar anggota keluarga, kerukunan bermasyarakat, mengasihi sesame mahluk hidup, menegakkan keamanan, ketentraman, dan keselamatan di segala penjuru bumi. Cinta merupakan benih dari segala kasih dan sayang, dan segala bentuk persahabatan, dimanapun adanya.
B.
Pengertian Kasih
Sayang
Kasih sayang
adalah suatu sikap saling menghormati dan mengasihi semua ciptaan Tuhan baik
mahluk hidup maupun benda mati seperti menyayangi diri sendiri sendiri
berlandaskan hati nurani yang luhur. Kita sebagai warga negara yang baik sudah
sepatutnya untuk terus memupuk rasa kasih sayang terhadap orang lain tanpa
membedakan saudara , suku, ras, golongan, warna kulit, kedudukan sosial, jenis
kelamin, dan tua atau muda.
Kasih Sayang
dalam Keluarga
Keluarga
adalah sebagai suatu kesatuan dan pergaulan yang paling awal. Sebagai satu
kesatuan merupakan gabungan dari beberapa orang yang ditandai oleh hubungan
genelogis dan psikologis yang saling ketergantungan dengan karakteristiknya
yang berbeda. Jadi keluarga menggambarkan ikatan atau hubungan di antara
anggota keluarganya yang diikat dengan berbagai sistem nilai.
Keluarga dalam bentuk apapun pada hakekatnya merupakan persekutuan hidup, dalam kedudukan inilah lahir berbagai fungsi keluarga. Keluarga merupakan bagian dari lingkungan kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang merupakan bagian dari masyarakat dan bangsa, oleh karena itu kekuatan suatu negara bersumber pada kekuatan keluarga, baik menyangkut kelancaran, keselamatan maupun kelangsungan hidup suatu keluarga. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memelihara iklim emosional keluarga adalah dengan adanya sikap kerjasama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota keluarganya. kebutuhan-kebutuhan itu meliputi:
Keluarga dalam bentuk apapun pada hakekatnya merupakan persekutuan hidup, dalam kedudukan inilah lahir berbagai fungsi keluarga. Keluarga merupakan bagian dari lingkungan kecil yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang merupakan bagian dari masyarakat dan bangsa, oleh karena itu kekuatan suatu negara bersumber pada kekuatan keluarga, baik menyangkut kelancaran, keselamatan maupun kelangsungan hidup suatu keluarga. Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memelihara iklim emosional keluarga adalah dengan adanya sikap kerjasama dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhan anggota keluarganya. kebutuhan-kebutuhan itu meliputi:
Kasih sayang
adalah faktor yang cukup penting dalam kehidupan anak, kasih sayang tidak akan
dirasakan oleh si anak apabila dalam kehidupannya mengalami hal-hal sebagai
berikut :Kehilangan pemeliharaan orang tuanya, Anak merasa tidak diperhatikan ,
dan kurang disayangi., Orang tua terlalu ambisius dan otoriter, Orang tua yang
mempunyai sikap yang berlawanan.
Seorang anak
merasa diterima oleh orang tua apabila dia merasa bahwa kepentingannya
diperhatikan serta merasa bahwa ada hubungan yang erat antara si anak dengan
keluarganya. Anak yang merasa sungguh-sungguh dicintai oleh orang tua dan
keluarganya pada umumnya akan merasa bahagia dan aman.
Setiap anak ingin
merasa bahwa ia mempunyai tempat dalam keluarganya, dalam arti bahwa ia ingin
diperhatikan, ingin agar ibu dan bapaknya, dan anggota keluarga lainnya mau
mendengar dan tidak mengacuhkan apa yang dikatakannya
Kebutuhan yang
dimaksud disini adalah kebebasan dalam batas-batas kewajaran. Pada umumnya anak
menginginkan kebebasan dari orang tuanya dalam hal melakukan berbagai aktifitas
dan memiliki teman bergaul.
C.
Pengertian Kemesraan
Kemesraan
berasal dari kata dasar mesra, yang artinya perasaan simpati yang
akrab.kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria dan wanita yang
sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga. Kemesraan pada dasarnya
merupakan perwujudan kasih sayang yang mendalam. Kemesraan merupakan perwujudan
kasih sayang yang telah mendalam. Cinta yang berlanjut menimbulkan pengertian
mesra atau kemesraan. Kemesraan adalah perwujudan dari cinta. Kemesraan dapat
menimbulkan daya kreativitas manusia. Kemesraan dapat menciptakan berbagai
bentuk seni sesuai dengan kemampuan bakatnya.
D.
Pengertian
Pemujaan
Pemujaan
berasal dari kata puja yang berarti penghormatan atau tempat memuja kepada
dewa–dewa atau berhala. Dalam perkembangannya kemudian pujaan ditujukan kepada
orang yang dicintai, pahlawan dan Tuhan Yang Maha Esa. Pemujaan kepada Tuhan
adalah perwujudan cinta manusia kepada Tuhan, karena merupakan inti , nilai dan
makna dari kehidupan yang sebenarnya. Cara pemujaan dalam kehidupan manusia
terdapat berbagai perbedaan sesuai dengan ajaran agama, kepercayaan, kondisi
dan situasi. Tempat pemujaan merupakan tempat komunikasi manusia dengan Tuhan.
E.
Pengertian
Belas Kasihan
Belas
kasihan disebut juga dengan kepedulian adalah
emosi manusia yang muncul akibat penderitaan orang lain. Lebih kuat daripada
empati , perasaan ini biasanya memunculkan usaha mengurangi penderitaan orang
lain.
Di dalam
kehidupan nyata, jika kita tidak bisa mengubah konsep mementingkan diri sendiri
yang terbentuk sejak lahir ini, sudah pasti kita tidak akan bisa memperlakukan
orang lain dengan belas kasih. Setelah benar-benar masuk dalam jalan kultivasi,
saya baru berangsur-angsur memahami makna belas kasih
Hati yang
berbelas kasih bisa menghubungkan energi dan menginisiasi energi yang tanpa
batas. Belas kasih itu sendiri merupakan suatu medan energi yang sangat besar.
Seberapa besar kelapangan dada seseorang, seberapa besar pula energi yang bisa dia dapatkan. Jika seseorang selalu memiliki hati belas kasih, maka kelapangan dada yang dia miliki juga bisa berlimpah-limpah bagaikan alam semesta, dia akan memiliki energi teramat besar hingga mampu menaklukkan segala-galanya.
Seberapa besar kelapangan dada seseorang, seberapa besar pula energi yang bisa dia dapatkan. Jika seseorang selalu memiliki hati belas kasih, maka kelapangan dada yang dia miliki juga bisa berlimpah-limpah bagaikan alam semesta, dia akan memiliki energi teramat besar hingga mampu menaklukkan segala-galanya.
Ketika seseorang
bisa mengunakan belas kasihnya untuk mengubah musuhnya, pada saat itu energi
semacam itu akan menjadi senjata yang lebih ampuh bila dibandingkan dengan
pisau dan pedang.
Seorang yang
berbelas kasih, akan bermurah hati dan mengalah saat menerima serangan dari
pihak lawan, akan membalas sindiran dan olokan orang dengan senyuman, akan
dengan besar hati memaafkan kesalahan dan kesalah pahaman orang lain. Ia tidak
tergesa-gesa dan tenang-tenang saja, menahan penghinaan tanpa berargumen,
pikirannya penuh keprihatinan dan rasa kasihan atas penderitaan yang dialami
oleh makhluk hidup, bersikap hambar dan tidak gentar, semua itu adalah sikap
hati dari sang sadar yang kekal abadi.
Belas kasih
memperlakukan seseorang tidak membutuhkan ucapan kata-kata yang terlalu banyak,
tersenyum simpul saja sudah bisa meneruskan pikiran baik belas kasih ini kepada
orang lain. Belas kasih merupakan suatu energi yang nyata, dia bisa melumerkan
es dan salju yang berada di dalam hati manusia.
Menghadapi
konflik antar manusia atau sekat diantara para kultivator, tidak peduli mereka
berusaha dengan cara manusia yang manapun untuk menghilangkan, tidak akan
mendapatkan cara penyelesaian secara tuntas, hal ini disebabkan oleh karena
cara manusia itu kekurangan energy Tetapi kekuatan dari belas kasih bisa
menguraikan segala permusuhan, sehingga membuat segala perputaran sebab dan
akibat yang berada didunia ini mendapatkan penyelesaian baik. Pancaran sinar
belas kasih melebihi beribu-ribu kata, ia bisa membuat dendam dan sekatan yang
berada di antara hati manusia dengan sekejab hilang tanpa berbekas.
2.
Unsur-Unsur Cinta
Teori yang dikemukakan oleh Robert J. Sternberg (1986) ini
atau biasa disebut dengan The Triangular
Theory of Love menjelaskan bahwa cinta terdiri dari 3 komponen atau unsur.
Unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:
1)
Intimacy (Intimasi)
Intimasi
adalah aspek emosi dari cinta. Intimasi sebagai perasaan dalam suatu hubungan
yang mendorong akan adanya kedekatan dan keterikatan. Intimasi akan membuat
hubungan menjadi lebih erat antara satu dan lainnya.
2)
Passion (Gairah)
Ini
adalah sisi motivasi dari segitiga cinta itu. Sisi gairah itu memiliki peran
penting bagi perkembangan fisiologis dan keinginan yang kuat untuk bersatu
dengan orang yang kita cintai. Unsur ini berkaitan erat dengan intimasi,
keduanya saling bergantian muncul terlebih dahulu dalam suatu hubungan
percintaan.
3)
Commitment
(Komitmen)
Komitmen
adalah sisi kognitif dari cinta. Komitmen adalah tekad untuk memelihara cinta.
Komitmen ini bertumbuh mulai dari taraf nol saat pertama kali bertemu dengan
yang dicintai dan bertumbuh semakin saling mengenal satu dengan lainnya. Kunci
dari komitmen adalah saling mengenal dan menghargai.
3.
Bentuk-Bentuk Cinta
Eros,
asal kata ini adalah dari dewa mitologi Yunani yang adalah dewa cinta. Eros
adalah cinta manusia semata, yg diinspirasi oleh sesuatu yang menarik dalam
objeknya. Eros merupakan cinta yang tumbuh dari seseorang kepada yang lain.
Storge
- Storge adalah ikatan alami antara
ibu dan anak, bapak, anak-anak, dan sodara. William Barclay menyebutkan, “kita
tidak bisa tidak mengasihi anak-anak dan sodara kita; darah lebih kental daripada
air” (N.T. Words, 1974)
Philia, setingkat lebih tinggi dari eros, berhubungan kejiwa
daripada tubuh. Ini adalah cinta antar sahabat. Menyentuh kepribadian
manusia-intelektual, emosi, dan kehendak, melibatkan saling berbagi. Cinta yg
timbuh dari perhatian dan kebersamaan. Ada sedikit eros dalam philia. Kita
memilih teman karena kesenangan yang bisa kita dapatkan dari mereka. Ada
kualitas pribadi dalam mereka yang kita hargai, kepintaran dan ketertarikan
budaya, dan ekspresi diri yang saling memuaskan.
Tingkatan
kasih yg paling tinggi adalah Agape.
Ini adalah kasih Tuhan, kasih yg tidak mencari kesenangan sendiri, tapi senang
memberi tanpa menuntut balas.
Sumber :
http:// Erabaru.net/kehidupan/41-cermin-kehidupan/12925-belas-kasih-merupakan-suatu-energi-
http://ilfen-share.blogspot.com/2012/12/manusia-dan-kasih-sayang-pengertian.html
#sthash.Remi5NDf.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar